New Update and Fresh

Trending Topic & Life Style

Temukan Informasi yang Anda cari disini !

Saturday, August 20, 2016

Makan Buah Durian Langsung Dari Kebunnya - Warso Farm


gambar-buah-durian-montong
gambar buah durian montong - google image

Durian - siapa yang tidak kenal dengan buah tropis ini? aroma dan rasanya yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Bagi yang tinggal di kota bogor dan sekitarnya tentu sudah tidak asing lagi dengan salah satu tempat agrowisata yang menyuguhkan aneka jenis buah durian beserta olahan-olahan nya, Warso Farm.

Terletak di Desa Cihideung, Kelurahan Cipelang, Cijeruk, Bogor, Kebun durian Warso Farm memiliki jalur akses yang mudah untuk dikunjungi. Pada musim durian tiba yaitu antara bulan desember hingga mei Warso Farm sangat ramai didatangi pengunjung baik dari daerah Kota Bogor itu sendiri maupun dari luar Daerah.

Perkebunan durian ini dahulu dirintis oleh seorang pensiunan TNI AD yang bernama Soewarso Pawaka pada tahun 2008. Bermula dari kesenanganya terhadap buah durian yang dinilai mempunyai rasa yang khas dan unik serta berbeda dengan buah yang lain, ia pun lantas mengembangkan hobby-nya dengan cara bertani serta menanam pohon durian di kebunnya sendiri. Maka dari nama pendirinya inilah perkebunan buah durian tersebut dinamai dengan Warso Farm.
tempat-agrowisata-warso-farm-bogor
Tempat agrowisata Warso Farm, Bogor - google image

Sejak pertama kali berdiri hingga saat ini dari, Warso Farm tengah mengelola lahan perkebunan seluas 8,5 hektar. Dari luas lahan tersebut, didalamnya ditanami tidak kurang dari 900 pohon durian, yang terdiri dari 19 pohon buah durian dari 7 varietas unggulan, baik dari jenis durian lokal maupun luar, seperti durian Monthong, Petruk, Lay, Sunan, Si Mas dan durian Tembaga.

Selain buah durian, Warso Farm juga ditanami dengan berbagai macam buah-buahan seperti buah naga, nangka, cimpeda, jambu monyet serta terdapat juga areal persawahan di dalamnya. Dalam area kebun yang cukup luas pengunjung bisa merasakan sejuknya hawa pegunungan dan menikmati indahnya hamparan perkebunan buah naga dari atas bukit.

Selain itu, Warso Farm juga menyediakan arena bermain anak yang sehingga tempat agrowisata ini juga cocok menjadi tujuan piknik bersama keluarga. Harga tiket masuk free alias geratis, para pengunjung tinggal menyediakan uang untuk membayar parkir kendaraan saja.

Di dalam Kebun Duren Warso, disediakan area makan untuk menikmati buah Durian, buah Naga, dan buah lainnya yang sudah dipetik, ditambah berbagai makanan dan minuman olahan durian. Buah Naga biji merah dijual dengan harga 35ribu per kg. Untuk ketan durian, surabi durian, dan macam-macam kerupuk dijual mulai dari 10ribu per porsi.

Harga buah durian di Warso Farm berkisar mulai Rp.35.000/kg untuk jenis durian Montong, sementara untuk buah durian lokal dihargai mulai Rp.30.000 per buahnya. Meskipun harganya tidak jauh berbeda dengan harga buah durian yang ada di supermarket, akan tetapi menikmati buah durian yang langsung diambil dan dipetik dari pohonnya, tentunya akan memberikan sensasi makan yang berbeda dengan apabila anda membelinya di supermarket lalu memakannya di rumah.

Tips!

- Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Warso Farm adalah pada saat musim durian tiba (Desember - Mei)
- Jam buka setiap hari, Senin – Minggu mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB
- Harga tiket masuk geratis (free)

Friday, August 19, 2016

Menikmati Indahnya Curug Ngumpet Gunung Salak - Bogor

panorama-curug-ngumpet
Tempat Wisata Alam Taman Nassional Gunung Salak Endah Curug Ngumpet - photo taken by kang aziz

Rasanya kurang lengkap jika berkunjung ke Kota Bogor tanpa mampir disalah satu tempat wisata alam favorit ini. Curug Ngumpet, terletak dalam lingkup Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan Bogor memiliki pesona alam yang indah dan asri. Tempat ini sangat cocok untuk berlibur dan melepas penat setelah hari kerja atau sekedar jalan-jalan wisata bersama sahabat dan keluarga tercinta.

Suasana yang tidak begitu ramai dan udara segar yang ada di sekitar curug akan membuat pikiran yang sumpek menjadi sedikit lebih adem. Sehingga kita bisa menemukan tempat untuk berkontemplasi dan berdamai dengan diri. Siapa tahu, inspirasi baru akan datang. Kondisi air yang jernih membuat siapapun yang datang ke curug ini, meskipun awalnya tidak berniat untuk berenang, pasti akan segera berubah pikiran.

Persis di bawah curahan air di curug ngumpet juga terbentuk sebuah kolam alami yang kalau dilihat akan sangat menggoda. Berenang dan berendam memang merupakan salah satu aktivitas paling menyenangkan yang bisa dilakukan di Curug Ngumpet. Namun bagi yang tidak begitu suka bermain air bisa memanfaatkan keindahan alamnya untuk diabadikan dalam jepretan-jepretan foto selfie maupun bersama-sama dengan teman dan sahabat.

Lokasi Curug Ngumpet tidak jauh dari tempat parkir, hanya perlu berjalan sekitar 1 s/d 2 menit sekaligus membayar tiket masuk seharga Rp 5.000,- / orang (per tanggal 17 ags 16 ), para pengunjung akan disuguhkan keindahan curug dengan ketinggian kurang lebih 20 meter dengan kucuran air yang jernih dan dingin dengan suhu air rata-rata sekitar 8-16 derajat C. Selain Curug Ngumpet masih ada beberapa curug lagi di kawasan ini seperti Curug Cihurang, Curug Seribu, Curug Cigamea, dan masih banyak lagi.

Wednesday, March 30, 2016

Buah Tangan Khas Magelang Getuk Marem

getuk marem oleh-oleh khas magelang
getuk marem oleh-oleh khas magelang - google image

Magelang merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang dikelilingi beberapa gunung sehingga menjadikan kota ini berhawa sejuk dan nyaman untuk dijadikan tempat wisata maupun tempat tinggal. Selain Borobudur sebagai salah satu icon Magelang. Kota ini juga memiliki makanan khas yang sangat terkenal yaitu getuk.

Makanan yang berbahan baku ketela ini memiliki cita rasa yang sangat khas sehingga sangat diminati dari berbagai kalangan baik dari anak-anak maupun orang dewasa. Tidak jarang banyak wisatawan yang dari luar kota berbondong-bondong datang ke kota Magelang untuk berburu getuk atau hanya sekedar mencicipi ataupun dibawa sebagai oleh-oleh.

Salah satu getuk yang terkenal dan sangat diminati di Kota Magelang adalah Getuk Marem. Dengan mengutamakan kualitas produk dan cita rasa menjadikannya sebagai getuk nomer satu di Magelang. Bahan baku yang digunakan adalah ketela enis kinanthi yang memiliki citarasa berbeda dengan getuk lain dipasaran.

Getuk Marem memiliki cita rasa yang lezat, legit, manis, harum, dan gurih, dan memiliki cirikhas 3 lapisan warna pink-tanpa warna-coklat. Dengan mengutamakan kualitas rasa dan bahan baku, olahan kuliner khas magelang ini pernah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Proses pembuatan getuk marem juga tidak sembarangan. Untuk mendapatkan tekstur yang halus serta rasanya yang khas harus menggunakan bahan-bahan pilihan terbaik. Selain itu untuk menjaga kwalitas dan kebersihanya getuk marem di kemas secara higienis dan rapi agar bisa tahan lama tanpa bahan pengawet.

Untuk itu jika berkunjung ke Magelang, jadikanlah Getuk Marem sebagai salah satu tujuan wisat akuliner Anda. Dapatkan Getuk Marem di toko oleh-oleh terdekat maupun di pusat Getuk Marem di jalan Beringin 2 Tidar, Krajan, Magelang.

Sunday, March 27, 2016

Pesona Tempat Parkir Abu Bakar Ali Malioboro di Malam Hari

 Pemandangan Parkir Atas Abu Bakar Ali disisi Timur
pemandangan parkir atas Abu Bakar Ali disisi timur - photo taken by kang aziz

Jogja memang Istimewa - siapa yang tak kenal dengan kota jogja. Pesona disetiap sudut kotanya akan membuat haru kepada mereka yang pernah singgah di kota istimewa ini. Walau hanya sementara namun kenangan-kenangan manis akan sangat mudah tercipta ketika mengunjungi beberapa titik di pusat kota jogja. Salah satu yang menjadi pusat perhatian wisatawan adalah kawasan Malioboro.

Malioboro adalah pusatnya jogja yang menyimpan segudang tempat wisata yang wajib dikunjungi. Beberapa diantaranya mungkin sudah sangat terkenal, bahkan sampai ke manca negara. Namun baru-baru ini ada tempat yang sempat menjadi "hits" di dunia maya khususnya dikalangan pengguna jejaring sosial.

Tempat Parkir Abu Bakar Ali yang terletak disebelah utara malioboro ini sempat menjadi hits di kalangan pengguna jejarig sosial khususnya instagram, path, facebook dan sebangsanya. Meskipun hanya tempat parkir namun karena pesona dan keindahanya khususnya dimalam hari membuat tempat ini sangat cocok untuk berburu foto sebagai kenang-kenangan ketika berwisata ke Jogja.

Proyek pembangunan Tempat Parkir Abu Bakar Ali ini ditargetkan selesai pada akhir november 2015 lalu dan akan digunakan untuk menampung kendaraan motor, mobil, dan Bus yang sebelumnya terparkir disebelah timur malioboro. Parkir Abu Bakar Ali ini memiliki 4 lantai, dengan lantau dasar untuk parkir Bus, dan diatasnya adalah untuk Mobil dan Sepeda motor.

Pada masa awal sebelum tempat ini dioperasikan, para anak hits dunia maya menjadikan Parkiran Abu Bakar Ali sebagai tempat berburu foto. Awal mulanya hanya dari seorang wisatawan yang iseng naik keatas dan berfoto disana, kemudian foto tersebut di upload ke akun media sosialnya lalu kemudian menyebarlah ke anak hits yang lain sehingga menjadi ramai seperti pada belakangan ini.

Lokasi yang berdampingan dengan Rel kereta api dan dekat dengan stasiun tugu menambah daya tarik tersendiri untuk berfoto. Banyak background yang bisa didapat dari bagian atas tempat parkir Abu Bakar Ali ini, diantaranya latar sudut kota malioboro, air mancur, stasiun, jembatan Rel ditas perempatan, dan masih banyak lagi. Apalagi jika di persenjatai dengan kamera yang memadai maka akan membuat hasil jepretan bagus dan indah meskipun di keadaan malam hari.

Saturday, March 26, 2016

Jadah Tempe Khas Sleman Kegemaran Sultan Yogyakarta

jadah tempe khas Kaliurang, Sleman, Yogyakarta yang menjadi kegemaran Sultan - google image

Jadah Tempe - Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Kota Yogyakarta tidak mencicipi makanan khas yang satu ini. Jadah tempe adalah salah satu makanan tradisional khas yang berasal dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Makanan ini sekarang bisa kalian temui diberbagai tempat pusat oleh-oleh kota Yogyakarta, namun Jadah Tempe yang asli hanya ada di sekitar kawasan wisata Kaliurang yang berada di lereng Gunung Merapi.

Nama Jadah Tempe sebenarnya merupakan gabungan dari dua jenis makanan yaitu Jadah yang merupakan olahan dari ketan dan tempe ataupun tahu. Baik tempe atau tahunya biasanya diolah dengan cara dibacem.

Makanan bahan olahan dari ketan ini dengan campuran kelapa rasanya gurih. Sedangkan pasangannya tempe atau tahu yang diolah dengan cara dibacem memilik rasa yang manis. Keduanya akan lebih nikmat jika di temani dengan lalapan cabe rawit.

Jadah Tempe biasanya disajikan dengan bungkus daun pisang. Jadi rasa makanan ini memiliki kombinasi rasa gurih, manis plus rasa pedas dari cabe rawit. Makanan yang satu ini memang sangat cocok dinikmati pada hawa dingin seperti di daerah Kaliurang.

Di sepanjang jalan Kaliurang banyak warung-warung yang menjajakan jadah tempe ini, namun yang paling terkenal adalah Warung Jadah Tempe Mbah Carik. Dari arah kota Yogyakarta, warung ini terletak di jalan Kaliurang (sekitar Km 15) sebelah kanan jalan, sebelum Mirota Batik Jl. Kaliurang.

Sejarah Terkenalnya Jadah Tempe

Pada tahun 1950-an Jadah tempe ini diperkenalkan pertama kali oleh Sastro Dinomo atau yang sering disapa mbah Carik sekitar di desa Kaliurang. Makanan tersebut menjadi terkenal ketika Sri Sultan Hamengkubuwono IX mencoba mencicipi Jadah Tempe dalam acara kunjungannya di Kaliurang.

Ternyata Beliau sangat menyukainya, apalagi beliau sering mengutus pengawalnya untuk membeli jadah tempe ke Kaliurang. Sejak saat itulah makanan Jadah tempe menjadi terkenal dan menjadi makanan khas Yogyakarta khususnya di Kaliurang, Sleman hingga saat ini.

Harga Jadah Tempe

Untuk dapat menikmati Jadah Tempe ini, anda tidak perlu merogoh kocek yang cukup dalam karena harganya yang murah berkisar antara Rp.10.000,- s/d Rp.20.000,-

Di Taman Wisata Kaliurang sendiri banyak penjual yang menjajakan Jadah Tempe, bahkan ada yang keliling menawarkan kepada pengunjung.

sumber:
http://www.slemankab.go.id/3844/jadah-tempe-makanan-tradisional-kegemaran-sultan.slm
http://mangkoko.com/jalan-jalan/wisata-kuliner/jadah-tempe-mbah-carik
Jangan lewatkan update artikel terbaru kami !
Join Our Newsletter